Image

cats

Advertisements
By fahlulrizkystmikpringsewublog

Jokowi Resmikan JPO Bereskalator Pertama di Jakarta
Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 6 Maret 2013 | 12:14 WIB
Dibaca: 57
Komentar: –
|
Share:
Jokowi Resmikan JPO Bereskalator Pertama di Jakarta KOMPAS.com/Indra Akuntono Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menjajal jembatan penyeberangan orang bereskalator, di Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2013).

TERKAIT:

Jokowi Minta Pembangunan GSW Dipercepat Mulai 2014
Menurut Akbar, Jokowi dan Mahfud MD Berpeluang Dampingi Ical
Basuki: DKI Beri Hibah Rp 60 Miliar ke Pemprov Jabar
Hari Ini, Jokowi Luncurkan APTB Bogor-Rawamangun
Jokowi Hadiri Rakor di Kemenkeu

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima jembatan penyeberangan orang (JPO) bereskalator yang merupakan sumbangan dari The Capitol Group. Jokowi pula yang meresmikan jembatan tersebut.

Fasilitas kaki tangga JPO bereskalator ini merupakan yang pertama di Jakarta. Untuk selanjutnya, eskalator tersebut bisa digunakan warga yang ingin menyeberang di Jalan Salemba Raya atau bagi penumpang transjakarta yang melintasi selter Salemba-Carolus.

Eskalator pengganti tangga seluas lebih kurang 114 meter persegi itu merupakan sumbangan dari The Capitol Park Residence yang kantor pemasarannya hanya berjarak beberapa meter dari JPO, tepatnya di Jalan Salemba Raya Nomor 16, Jakarta Pusat.

“Eskalator ini akan menjadi aset Pemprov DKI dan menjadi eskalator umum pertama. Semoga melalui keterlibatan CSR ini dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk aktif berpartisipasi membantu Pemprov DKI dalam melakukan peningkatan terhadap prasarana transportasi umum lainnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono.

Selain meresmikan eskalator, secara simbolik, mantan Wali Kota Surakarta ini juga akan meresmikan peluncuran perdana angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) Bogor-Rawamangun, di kesempatan yang sama. Diharapkan, APTB Bogor-Rawamangun yang pada tahap awal mengoperasikan 10 bus akan menjawab kegelisahan warga Bogor yang selama ini cukup sulit menjangkau transjakarta.

APTB Bogor-Rawamangun berjarak tempuh sekitar 52 kilometer dan melayani direct service sehingga langsung memiliki akses ke jalur transjakarta. Dengan demikian, APTB bisa menaikkan serta menurunkan penumpang dari dan ke halte transjakarta.

“APTB ini akan terintegrasi dengan busway Koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas) dan Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit),” ujar Pristono.

Spesifikasi bus yang dipakai oleh transjakarta ini ialah bus besar kapasitas 85 penumpang dengan 35 duduk dan 50 berdiri, high deck atau lantai tinggi, dan posisi tempat duduk yang berhadapan. Dengan beroperasinya APTB Bogor-Rawamangun, kata Pristono, ada lima APTB yang sudah beroperasi di Jabotabek. Empat APTB lainnya ialah APTB rute Pulogadung-Bekasi, APTB rute Poris Plawad-Grogol, APTB rute Ciputat-Kota, dan APTB rute Cibinong-Grogol.
Editor :
Ana Shofiana Syatiri

TOP STORIES
Liku-liku Sejarah Klaim Sabah
Batman Antar Penjahat ke Kantor…
Bakteri “Mimpi Buruk”…
Orang Terkaya Indonesia:…
Juventus Vs Celtic: Masuk Labirin…
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

Kirim Komentar Anda
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silakan login atau register untuk kirim komentar Anda

Megapolitan
Terpopuler
Terkomentari

Selengkapnya

Jokowi Resmikan JPO Bereskalator…
Kualitas Kejahatan Jalanan di Bogor…
Rumah Orang Kaya di Puncak Akan…
Bahas KJS, Basuki Ajak Dokter Berdebat
Ada Sabetan Benda Tumpul Pada Jasad…

By fahlulrizkystmikpringsewublog

8 Korban Tewas Masih di RSUD, Seluruhnya Berasal dari Ciamis
Baban Gandapurnama – detikBandung

Sumedang – Korban tewas kecelakaan maut melibatkan truk versus mini bus di Sumedang berjumlah 8 orang. Mereka adalah penumpang minibus yang mayoritas berasal dari Calingcing, Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Korban tewas terdiri dari lima pria dan tiga wanita. Jasad masih berada di kamar mayat RSUD Sumedang hingga pukul 12.30 WIB, Rabu (6/3/2013). Empat korban luka-luka dirawat di ruang IGD RSUD Sumedang.

Berikut data korban tewas:
1. Owo (57), jenis kelamin pria.
2. Ono Hariono (57), pria.
3. Kusmana, pria
4. Engkus (25), pria.
5. Darwa (56), pria.
6. Oding (35), wanita.
7. Eti Sukaeti (35), wanita.
8. Endoh, wanita.

Korban luka:
1. Rita (22), wanita.
2. Anah (48), wanita.
3. Darsikan (50), pria asal Cirebon. Sopir truk.
4. Andri (22), pria asal Cirebon. Kernet truk.

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Raya Bandung – Cirebon, tepatnya Jalan Nyalindung Dusun Warung Buah, Desa Nyalindung, Kecamatan Paseh, Rabu (6/3/2013) sekitar pukul 04.30 WIB. Truk bernopol E 8113 WC melaju dari arah Cirebon, sedangkan minibus berada dari arah sebaliknya. Diduga, truk mengalami rem blong.

By fahlulrizkystmikpringsewublog

Kapanlagi.com – Perjuangan Amy Qanita tak pernah padam dalam membela anaknya yang tersandung kasus penyalahgunaan zat methylon. Ia mengadukan kejanggalan proses hukum yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada komisi III DPR RI.

“Dari awal saya banyak merasa kejanggalan-kejanggalan terhadap anak saya. Dari pertama kasus, sudah disebutkan di media TV, bahwa Raffi Ahmad. Biasanya dengan inisial RA. Kenapa awalnya Raffi Ahmad,” tutur Amy di depan komisi III DPR di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Hingga saat ini Raffi masih ditahan BNN.

Bahkan mengenai hasil dari RSKO, ia mengungkapkan bahwa Kepala RSKO menyatakan tidak ada zat-zat narkoba di dalam tubuh Raffi. Dan Raffi tidak perlu direhabilitasi.

“Lalu kenapa tiba-tiba dari hasil BNN bahwa anak ini ada kecenderungan dan memang perlu di-rehab,” imbuh Amy mempertanyakan.

Menurut Amy, semua orang dapat melihat bahwa Raffi adalah sosok pekerja keras. Selama ini Raffi memang kerap muncul di layar kaca sebagai presenter di beberapa acara. “Betul-betul dia lagi giat-giatnya bekerja. Kenapa anak pekerja seni yang bisa menghibur masyarakat anak bangsa seperti ingin dihancurkan?” pungkasnya. (kpl/aha/abs/phi)

Lihat profil: Raffi Ahmad
Diposting oleh: Editor |

Bens Leo: Raffi Jadi Proyek Tontonan Banyak Orang
Rabu, 06 Maret 2013 09:26 |
Raffi Ahmad
| Tag: Raffi Ahmad Tertangkap Narkoba, Selebritis Narkoba

Kapanlagi.com – Ketidakhadiran Raffi Ahmad dalam sidang praperadilan menurut pengamat musik dan dunia artis, Bens Leo menjadi fenomena yang menarik untuk dicermati. Para penggemar kecewa, karena idolanya tidak punya kesempatan untuk menyampaikan yang sebenarnya di persidangan.

“Ketidakhadiran Raffi ini membuat penggemarnya kecewa. Kalau dihadirkan, penggemar bisa tahu dia sehat sekaligus bisa jawab pertanyaan dari hakim,” ungkap Bens Leo saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Awalnya, Bens mengira kalau presenter Dahsyat itu akan dihadirkan dalam sidang praperadilan perdananya. Karena Raffi sempat mengutarakan keinginannya untuk hadir pada Bens saat menjenguknya di Lido.

“Justru saya tahunya dia akan hadir. Kemarin dia bilang gitu ke saya, kalau dia ingin datang ke sini,” paparnya menjelaskan.

Bens terkejut melihat dukungan yang diberikan masyarakat pada Raffi. Dia mengaku kali pertama melihat animo sebesar itu, sehingga banyak media dan program acara yang memberitakannya.

Bens Leo

“Kita mendukung seseorang yang sedang kena musibah. Saya nggak pernah lihat animo masyarakat terhadap artis sebesar ini. Dia artis yang sedang berada di puncak. Raffi jadi proyek tontonan banyak orang lho,” katanya. (kpl/aha/dis/dar)

Lihat profil: Raffi Ahmad, Bens Leo
Diposting oleh: Editor |

[Foto] Raffi Ahmad Is The Victim, Bebaskan!
Rabu, 06 Maret 2013 08:31 |
Raffi Ahmad
| Tag: Raffi Ahmad Tertangkap Narkoba

Kapanlagi.com – Proses kasus narkoba yang menyangkutpautkan Raffi Ahmad, masih berlangsung. Kini presenter kondang itu tengah menjalani hari-harinya di pusat rehabilitasi, Lido.

Pada kesempatan sidang, Selasa (5/3) tadi, pria itu tak tampak hadir di pengadilan. Rupanya pihak BNN memang tidak menghadirkan Raffi di sana. Banyak pihak kecewa karena hal tersebut.

Kerabat, sahabat, dan para penggemar Raffi sama-sama menginginkan kejelasan kasus yang menimpa pria ini. Sebagai wujud dukungan, mereka menggelar aksi dan memakai atribut khusus.

Seperti apa aksi mereka? Simak halaman berikut… (kpl/dew)

Lihat profil: Raffi Ahmad, Yuni Shara
Diposting oleh: Editor |

Raffi Ahmad Ingin Tulis Buku Perjalanan Hidup
Rabu, 06 Maret 2013 08:21 |
Raffi Ahmad
| Tag: Raffi Ahmad Tertangkap Narkoba, Selebritis Narkoba

Kapanlagi.com – Sekian tokoh mampu berkarya saat berada di dalam penjara. Artis multitalent Raffi Ahmad ingin meniru mereka, dengan menuangkan perjalanan hidupnya dalam sebuah buku.

Keinginan itu disampaikan Raffi kepada pengamat musik dan dunia artis, Bens Leo yang menjenguknya di Unit Terapi dan Rehabilitasi Lido, Jawa Barat belum lama ini.

Para Pendukung Raffi saat sidang praperadilan

“Raffi ingin bikin buku tentang kehidupannya. Saya diminta dia untuk membantu dalam pembuatan buku itu,” ungkap Bens Leo saat hadir di sidang praperadilan Raffi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Namun keinginan itu baru sebatas rencana. Raffi masih belum memulai menulis, masih sekadar bercerita hari-harinya pada Bens selama di pusat rehabilitasi. “Dia belum menulis,” tegas Bens.

Bens Leo

Bens sendiri mengaku siap mewujudkan keinginan Raffi itu. “Saya pikir nggak perlu dia tulis, tapi dia bercerita saja mungkin kepada saya. Ada kemungkinan juga saya menulis bukunya di dalam (Lido),” pungkasnya. (kpl/aha/dis/dar)

Lihat profil: Raffi Ahmad, Bens Leo
Diposting oleh: Editor |

DPR Berencana Panggil BNN Terkait Kasus Raffi Ahmad
Rabu, 06 Maret 2013 07:31 |
Raffi Ahmad

Kapanlagi.com – Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita ditemani kuasa hukumnya datang melapor ke kepada komisi III DPR RI. Sebagai Pimpinan Komisi III DPRS, I Gede Pasek menampung semua masukan dan keluhan yang disampaikan pihak Raffi Ahmad. Bahkan Pasek berencana mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Kita atur dulu waktunya, yang pasti apakah kita memanggil lebih dulu di komisi III atau menyatukan dengan rapat komisi IX yang memang sudah kita rencanakan pembahasan tentang narkoba,” ujarnya di gedung DPR bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/3)

Kehadiran pihak Raffi Ahmad sendiri di gedung DPR guna mengadukan kejanggalan terhadap proses hukum yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Bahkan menurut Pasek, ini merupakan kegiatan rutin yang kerap dilakukan oleh komisi III DPR.

Keluarga Raffi Ahmad telah melapor ke DPR Komisi III.

“Ini sebenarnya rutin ada waktu kita terima masukan dan kebetulan Raffi jadi ramai begini. Kalau yang lain tak seramai ini. pengaduannya nanti kita tindak lanjuti. Kalau memang ada ruang tindak pengawasan kita. Masalah benar atau tidak, kita uji nanti di lapangan,” ungkapnya.

Pemanggilan yang dilakukan DPR pun tak bermaksud meng-konfrontir pihak Raffi dengan BNN. Namun, hal itu diperlukan demi konfirmasi menguji kebenaran fakta-fakta yang ada.

“Kami punya cara juga, intinya semua warga negara punya perlindungan hukum yang sama. Yang salah diproses dan yang benar jangan dikriminalkan,” tandas Pasek. (kpl/aha/sjw)

Lihat profil: Raffi Ahmad
Diposting oleh: Editor |

Bens Leo Hadiri Sidang Atas Permintaan Raffi Ahmad
Rabu, 06 Maret 2013 06:41 |
Raffi Ahmad
| Tag: Raffi Ahmad Tertangkap Narkoba

Kapanlagi.com – Pengamat musik Bens Leo turut hadir di sidang praperadilan Raffi Ahmad. Ia mengaku, kehadirannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur atas permintaan dari Raffi ketika dirinya menjenguk di Unit Terapi dan Rehabilitasi Lido, Jawa Barat.

“Saya diminta Raffi untuk datang ke sini. Minggu kemaren saya datang ke Lido,” ungkapnya saat ditemui di PN Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Bens Leo menanggap kasus yang menimpa Raffi Ahmad adalah suatu musibah.

Bens juga menceritakan perihal pertemuannya dengan presenter Dahsyat itu di Lido beberapa hari lalu. Raffi bercerita kepada Bens bahwa dirinya selalu mengonsumsi makanan yang sehat.

“Dia curhat, dia orang yang menggunakan makanan-makanan yang sehat. Di luar itu dia biasa-biasa saja makanannya,” tutur Bens.

Terkait kasus yang dialami mantan kekasih Yuni Shara itu, Bens Leo menganggapnya sebagai suatu musibah. “Saya anggap ini musibah. Belum tentu juga dia pemakai atau pengguna barang tersebut,” katanya.

(kpl/aha/dis/sjw)

Lihat profil: Bens Leo, Raffi Ahmad
Diposting oleh: Editor |

By fahlulrizkystmikpringsewublog

‘Gantung Monas’ Tak Redam Gerakan Lengserkan Anas

NILAH.COM, Jakarta – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum siap digantung di Monumen Nasional (Monas) bila korupsi dalam kasus Hambalang tak menyurutkan gerakan pelengseran Anas. Justru gerakan ini terus berinovasi.

Pernyataan keras Anas tentang kesiapannya digantung di Monas bila menerima aliran dana dalam kasus Hambalan tak menyurutkan gerakan politik untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari tahtanya di ‘Demokrat Satu’.

Sumber INILAH.COM di internal Partai Demokrat menyebutkan gerakan para veteran tentara di Partai Demokrat saat ini justru terus melakukan inovasi. “Akan ada pemain baru untuk memperkuat posisi Pak TB Silalahi yakni Robert Romulo Simbolon,” ujar sumber tersebut kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (11/3/2012).

Robert Romulo Simbolon memang nama baru di internal lingkar dalam Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY. Dia merupakan pensiunan tentara Angkatan Darat (AD) angkatan 73, yang juga mantan Kepala Staf Kodam Jaya. Robert merupakan sahabat karib Saurip Kadi dan Agus Wirahadikusumah.

Masuknya Robert Romulo Simbolon itu, sambung sumber tersebut, juga disebabkan posisi TB Silalahi di Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang juga sekaligus Ketua Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat yang kerap membuat blunder. “Pak TB dianggap kerap memberi pernyataan ke publik. Sehingga gerakannya mudah terbaca oleh pihak lainnya,” sambung sumber tersebut.

Peran Robert Romulo Simbolon, kata sumber tersebut, sejatinya untuk mempekuat posisi pensiunan jenderal tentara lainnya yang berada di barisan Komwas Partai Demokrat maupun Dewan Kehormatan Partai Demokrat. “Masuknya Robert Romulo Simbolon untuk memperkuat konsolidasi struktural, serta khusus memasukkan pemain baru,” beber sumber tersebut.

Dalam empat bulan terakhir ini, langkah Komwas Partai Demokrat dan DK Partai Demokrat tak begitu menonjol. Yang paling menonjol di publik terkait keputusan DK adalah memecat Angelina Sondakh dan Sudewo dari pengurus pusat. Sementara investigasi soal politik uang saat Kongres Partai Demokrat hingga kini belum ada perkembangan lebih jauh.

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat TB Silalahi ketika dikonfirmasi tentang masuknya Robert Romulo Simbolon dalam barisan lingkar dalam DK Partai Demokrat justru berbalik tanya. “Darimana isu itu,” tanya TB Silalahi melalui pesan singkat kepada INILAH.COM, Minggu (11/3/2012).

TB melanjutkan dirinya kerap mendapat isu terkait Partai Demokrat. Akibatnya, kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini dirinya capek menanggapintya. “Jadi sementera ini, itu (masuknya Robert Romulo Simbolon, red) hanya isue saja,” tepis TB Silalahi. [mdr]

By fahlulrizkystmikpringsewublog

Ketua Umum Baru Dipastikan dari Internal Demokrat

AKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat EE Mangindaan memastikan bahwa calon ketua umum yang akan menggantikan Anas Urbaningrum berasal dari internal Partai Demokrat. Hal ini menepis sejumlah spekulasi atas munculnya nama-nama dari kalangan eksternal Demokrat.

“Kriteria untuk ketum (ketua umum) baru adalah kader Demokrat. Dia harus punya waktu 100 persen melaksanakan tugas sebagai ketum,” ujar Mangindaan, yang juga Menteri Perhubungan, di Gedung Kompleks Parlemen, Rabu (6/3/2013).

Ia mengungkapkan, dalam rapat internal pengurus Demokrat pekan lalu di Cikeas, partainya sama sekali belum menggodok nama yang akan maju dalam bursa pencalonan ketua umum. Rapat itu, katanya, hanya menetapkan kriteria Ketua Umum Partai Demokrat selanjutnya.

“Yang pasti, siapa pun dia, kader Demokrat yang bisa fokus, berarti dia tidak merangkap jabatan,” katanya.

Mangindaan mengaku tak bisa berspekulasi atas sejumlah nama yang sempat disebut-sebut akan menjadi ketua umum Partai Demokrat. Nama-nama yang belakangan santer disebut adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie, dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.

Lebih lanjut, Mangindaan mengatakan, partainya akan kembali menggelar rapat dalam satu atau dua pekan mendatang. Rapat itu rencananya akan membicarakan soal penetapan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) yang harus segera diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum pada 9 April mendatang.

“Akan dirapatkan apakah satu dua minggu ini perlu kongres luar biasa untuk menetapkan ketua umum atau tidak untuk nantinya menunjuk siapa yang akan tanda tangan DCS,” kata Mangindaan.

Seperti diketahui, kursi ketua umum Partai Demokrat saat ini kosong setelah Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya pasca-ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang
Krisis Demokrat
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary

By fahlulrizkystmikpringsewublog

korupsi

Korupsi Rp 1,6 miliar, mantan bupati Buleleng dibui 2 tahun
Reporter : Wayan Anantara
Rabu, 6 Maret 2013 01:03:00
Korupsi Rp 1,6 miliar, mantan bupati Buleleng dibui 2 tahun
Kategori Peristiwa
Berita tag terkait ICW akan eksaminasi kasus Bahasyim Asyifie Teten Masduki ajak warga Jabar telaah dugaan korupsi BJB

Demo Malam di HI. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko
16

Mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada divonis dua tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan korupsi pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 1,6 miliar. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa Wayan Suardi berupa 4 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi,” kata ketua majelis hakim IGAB Komang Wijaya Adi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (5/3).

Dalam surat putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan korupsi untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Bagiada juga diwajibkan membayar denda Rp 150 juta dan jika tidak dibayar hukumannya ditambah 3 bulan. Mantan bupati dua periode (2002-2012) ini, juga diwajibkan mengembalikan uang sebesar Rp 574 juta subsider 6 bulan penjara.

Dalam fakta persidangan terungkap, Bagiada telah menerbitkan Keputusan Bupati Buleleng Nomor 356 tahun 2005 tentang pembagian imbangan biaya pemungutan PBB Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan bagi pejabat dan pegawai di Pemkab Buleleng yang selanjutnya direvisi menjadi Keputusan Bupati Buleleng Nomor 977 tahun 2008.

Menanggapi vonis hakim, Bagiada menyatakan pikir-pikir untuk banding. Majelis hakim akhirnya memberi waktu seminggu untuk menyatakan sikap.
[lia]

By fahlulrizkystmikpringsewublog

korban mutilasi di tol cawang

Polisi Pastikan Korban Mutilasi di Tol Cawang Bukan Putri Emilia
Rivki – detikNews
Jakarta – Polisi memastikan mayat wanita korban mutilasi di tol Cawang kemarin bukanlah putri dari Emilia. Sebagaimana dimaksud, Emilia datang ke ruang jenazah RSCM karena putrinya sudah hilang selama 10 hari.

“Ada kemarin satu orang ibu merasa kehilangan putrinya, namun dari identifikasi petugas RSCM, korban bukan merupakan keluarganya yang hilang,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/3/2013).

Rikwanto mengatakan, korban mutilasi di Cawang memiliki tahi lalat di dagu. Sedangkan, anak dari Emilia tidak memiliki tahi lalat di dagu. Oleh karena itu, Rikwanto memastikan korban pembunuhan sadis di Cawang bukanlah anak kandung Emilia.

“Sedangkan anaknya Emilia tahi lalatnya di bibir. Dari ciri fisik sudah beda jadi tidak perlu uji tes DNA lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Emilia mengatakan, putrinya menghilang sejak 23 Februari 2013 lalu. Saat itu Ayu diajak teman barunya untuk menonton acara musik di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Teman barunya perempuan. Karena dekat dengan rumah, Ayu diajak menonton,” katanya.

Namun sejak menonton konser itu Ayu tak pernah pulang, HP Ayu juga tak bisa dikontak. “Sampai sekarang belum ada kabar sama sekali,” katanya.

Emilia mengatakan, kasus hilangnya Ayu sudah dilaporkan ke Polres Kramat Jati pada 24 Februari lalu. Anaknya memiliki ciri kaki kanannya kecil sebelah sehingga jalannya diseret.

(rvk/lh)

By fahlulrizkystmikpringsewublog

Pernikahan Julia Perez dan Damien Perez tak berlangsung lama. Jupe harus menjanda di usia yang relatif muda.

Namun apa penyebab perceraian mereka sebenarnya? Secara blak-blakan, perempuan kelahiran 15 Juli 1980 itu mengakui pernikahannya yang dibina sejak 7 Oktober 2002 itu hancur karena adanya orang ketiga.

“Dia ada perempuan-perempuan lainlah,” ungkapnya saat ditemui detikHOT di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Jupe benar-benar resmi bercerai sekitar akhir 2010 lalu. Namun hal itu tak membuat bintang film ‘Gending Sriwijaya’ itu terpuruk. Jupe bangkit dengan fokus meniti karier di dunia hiburan.

Dahulu, perceraian Jupe sempat disebut-sebut dikarenakan momongan yang belum hadir di pernikahan mereka. Namun hal itu dibantah tegas Jupe.

Wanita bersuku Sunda-Betawi itu pun menegaskan pernikahannya memang hancur karena kehadiran pihak ketiga. Tak ingin kalah, ia membalas mantan suaminya itu dengan balik selingkuh. Jupe memadu kasih dengan Gaston sebagai permulaan aksi balas dendamnya itu.

“Gue sempet ngancem, gue bakalan pergi sama Gaston, tadinya cuma nakut-nakutin,” ungkapnya sedikit berseloroh.

Tak disangka, meski sempat putus-sambung, pesepakbola Argentina itu justru menjadi kekasih Julia hingga saat ini.

By fahlulrizkystmikpringsewublog

tugas1

Mantan Manajer Gading Marten Ditangkap Polisi
Prih Prawesti Febriani – detikhot
Rabu, 06/03/2013 11:58 WIB
Jakarta – Beberapa waktu lalu Gading Marten melaporkan mantan manajernya, Weby atas dugaan tindak penggelapan. Kini, Weby pun telah ditangkap Polda Metro Jaya.

Gading didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin datang untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (6/3/2013). Gading mengaku mendapat kabar Weby sudah ditangkap setelah sebelumnya mangkir dua kali panggilan.

“Kemarin dapat info Weby sudah diamankan. Katanya pertama panggilan dan kedua nggak datang dan sekarang sudah diamankan,” ujarnya.

Gading pun dipanggil untuk memberikan konfirmasi mengenai bukti-bukti guna menjerat Weby. Anak aktor senior Roy Marten itu mengaku dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta.

“Kemarin sempat menghilang dan kemarin sempat nggak datang. Kabar ini baik, pencerahan juga. Honor belum dibayar Rp 250 juta,” tutur Gading

By fahlulrizkystmikpringsewublog